hitamputih blog kita | hitamputih blog kita | hitamputih blog kita | hitamputih blog kita | Gubuk Jupiter | Gubuk Jupiter |
Google
 
BERBAGI KISAH... KISAHMU, KISAHKU & KISAH KITA
Tampilkan postingan dengan label Tips and Triks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Triks. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2008

Tips & Trik Berpacaran (2)

Is My Love Blind?

Banyak alasan yang membuat anda jatuh cinta seperti terpesona pada pandangan pertama sehingga anda merasa jatuh cinta tanpa anda bisa menyebutkan alasannya. Cinta terkadang tumbuh karena terbiasa sering melakukan pekerjaan secara bersama. Hal yang sering terjadi adalah jatuh cinta tidak pernah ada pilihan lain.

Sebenarnya semua alasan itu normal-normal saja tapi anda harus ingat bahwa jatuh cinta terkadang menjadi suatu hal yang membutakan akal sehat. Saat anda menyukai seseorang, apapun yang anda lakukan kepada pasangan, semua berdasarkan pertimbangan cinta. Jangan anda terburu-buru jatuh cinta karena jika terlalu cepat maka anda akan dibutakan oleh cinta itu sendiri. Untuk itu, ada baiknya anda kenali ciri-ciri saat anda terkena cinta buta.


Selalu menelpon dan mengirim sms. Setiap menit anda selalu menghujani dia dengan telepon dan sms. Hal ini akan membuat dia bukan semakin cinta kepada anda tetapi malah merasa jenuh karena terganggu. Sehingga bisa-bisa dia lari dari samping anda.

Selalu menelpon dan mengirim sms. Setiap menit anda selalu menghujani dia dengan telepon dan sms. Hal ini akan membuat dia bukan semakin cinta kepada anda tetapi malah merasa jenuh karena terganggu. Sehingga bisa-bisa dia lari dari samping anda.

Memberikan hadiah setiap waktu. Hadiah yang besar dan mahal yang anda berikan kepada pasangan anda. Sebenarnya uang dan perhatian seperti itu tidak bisa membeli cinta. Memang dia akan merasa senang menerimanya tetapi bukan berarti dia akan membalas cinta anda loh.

Menyebut dia pacar anda. Jika beberapa kali anda jalan bareng bersamanya dan sudah menganggap dirinya sebagai kekasih. Memang kebutuhan akan rasa aman terkadang membuat anda terbutu-buru dalam menjalin hubungan. Padahal hubungan yang sedang anda jalin belum tentu cukup kuat untuk menentukan akan berkembang ke arah yang anda inginkan.

Menjadi public enemy. Hati dan kepala anda yang dipenuhi cinta, pasti akan mempengaruhi pekerjaan dan persahabatan anda. Teman-teman dekat yang biasanya jalan bareng akan anda abaikan karena sibuk berduaan dengan dia. Kualitas pekerjaan anda juga menurun drastis karena anda tidak bisa konsentrasi.

Jadi cobalah anda mulai saat ini, jangan anda libatkan emosi tapi gunakan logika juga. Jika anda bisa menggabungkan keduanya maka dijamin cinta anda tidak akan buta dan tak akan ada penyesalan nantinya. Goodluck girls. p2t

***

The Older, The Better

Dalam menjalin hubungan dengan seseorang yang lebih tua dari anda, ada beberapa kondisi yang menurun seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi yang membaik merupakan hal-hal yang sering dianggap lelaki sebagai kelemahan perempuan yang usianya lebih muda. Simak beberapa kondisi tersebut, dibawah ini.

Perempuan yang lebih tua seringkali lebih terbuka dalam masalah sex dan lebih mampu menikmatinya daripada perempuan yang lebih muda. Berdasarkan beberapa penelitian, puncak energi seksual perempuan justru dicapai pada usia pertengahan 30-an hingga 40-an. Hasrat sex akan lebih besar jika sang perempuan sudah mencapai puncak karirnya dan mapan secara finansial. Sehingga perempuan berumur merupakan pasangan sex yang tepat bagi lelaki muda yang memuncak hasratnya pada usia yang relatif lebih muda.

Pengalaman kaum perempuan yang lebih tua cenderung memiliki pandangan dan sikap hidup yang lebih positif serta lebih bijak daripada perempuan muda. Sikap ini sangat menguntungkan karena lelaki muda sedang menggebu-gebu semangatnya mengejar impiannya sehingga membutuhkan tempat berlabuh. Lelaki muda membutuhkan seseorang yang selalu mendengarkan impian dan harapannya serta memberi simpati bahkan dukungan saat dia mengalami kegagalan.

Bertambahnya usia sering mengingatkan seseorang betapa semakin dekatnya dia dengan saat terakhir dalam hidupnya. Sehingga membuat perempuan lebih tua semakin menghargai hidupnya dan setiap pengalaman yang dialaminya. Dengan begitu mereka lebih dapat menghargai cinta yang diberikan seorang lelaki, apalagi usianya lebih muda maka dia akan membalasnya dengan sepenuh hati. Karena biasanya perempuan muda yang masih lajang cenderung mereka tidak mampu membalas cinta lelaki sebesar perempuan yang lebih tua.

Ada beberapa cara untuk menjaga hubungan cinta dengan lelaki yang lebih muda. Yang pertama adalah anda harus menjaga penampilan anda. Buang jauh-jauh perasaan negatif terhadap penampilan fisik anda.

Tonjolkan kelebihan anda yang terpendam karena pasti anda tidak bisa menyaingi daya tarik perempuan usia muda. Dengan menunjukkan perhatian dan dukungan penuh pada ambisis pasangan anda yang lebih muda.

Jangan memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup atau aktivitas pasangan bila anda tidak menyukainya. Anda bisa perlihatkan bahwa anda bisa memberinya ruang untuk berekspresi sesuai usianya meski anda kurang berminat. Jadi jangan menyerah dulu sebelum anda mencobanya. p2t (hpk doc)

***


Read more.....

Kamis, 27 Desember 2007

Tips & Trik Berpacaran (1)

Siasati Pasangan Pencemburu

Memang cemburu sering didefinisikan sebagai ketakutan berpindahnya rasa kasih sayang terhadap orang lain atau ketidakpercayaan akan kesetiaan orang yang dicintai.

Terkadang cemburu perlu sebagai petunjuk rasa sayang terhadap pasangan tetapi saat cemburu mulai berlebihan maka tidak sedikit pasangan yang merasa terganggu. Untuk mengatasinya, ada baiknya anda ikuti petunjuk dibawah ini.

Alasan pasangan merasa cemburu. Alasan seseorang cemburu adalah merasa tidak aman. Seperti saat masa kanak-kanak, dia merasa terabaikan atau pernah dikhianati mantan kekasih sehingga dia menjadi posesif pada anda. Tapi apapun alasannya, cemburu bisa menjadi hal yang serius jika tidak ditangani segera.

Anda harus memperhatikan tanda-tanda cemburu. Pasangan yang cemburu sering berkomentar tentang hal-hal yang dapat mengikis kepercayaan diri anda seperti mengritik penampilan fisik atau kemampuan intelektual anda.


Perhatikan ucapan atau tindakannya. Hal ini dia lakukan untuk membuat anda merasa membutuhkan atau menggantungkan diri padanya.

Hal terbaik yang harus anda lakukan adalah tidak ikut larut dalam situasi yang diciptakan oleh pasangan. Tetaplah tenang dan arahkan pasangan untuk berpikir logis. Setelah dia mulai rasional dan tenang maka berilah jaminan bahwa anda menghargai hubungan dengannya serta tidak akan mengambil risiko yang membahayakan hubungan tersebut.

Sebenarnya cemburu dapat diatasi jika masih dalam batas kewajaran. Jadi anda bantulah pasangan anda membangun rasa percaya diri. Katakan padanya bahwa bersikap realitis dan saling pengertian adalah poin penting yang harus dijaga dalam sebuah hubungan.

Waktunya berpisah. Jika kecemburuan mendorong pasangan menjadi semakin irasional bahkan cenderung keras maka hal terbaik yang harus dilakukan untuk melindungi diri anda adalah segera memutuskan hubungan dengannya. Semoga berhasil. p2t

Meningkatkan Kedekatan dengan Pasangan


Saat anda telah menjalin hubungan khusus dengan seseorang maka salah satu yang perlu dijaga adalah soal kedekatan (intimacy) antara anda dengan dia. Kedekatan di sini bukan hanya menyangkut soal kedekatan secara fisik, tetapi juga kedekatan secara emosional.

Kualitas kedekatan akan sangat berpengaruh terhadap hubungan anda dan dia secara keseluruhan. Banyak faktor mempengaruhi tingkat kedekatan ini. Berbagai keputusan yang anda buat serta berbagai tindakan yang anda dan dia lakukan akan menentukan apakah anda akan makin dekat dengan dia atau justru sebaliknya akan makin renggang yang akhirnya berujung pada keputusan bubar jalan.

Saling pengertian, komunikasi yang baik, kejujuran dan keterbukaan adalah hal-hal yang perlu dijadikan landasan atau fondasi bila ingin tetap menjaga kedekatan antara anda dan dia. Terdapat paling tidak empat hal yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kedekatan anda dengan pasangan anda.

Yang pertama adalah senantiasa luangkan waktu untuk memberi perhatian kepada dia. Dalam hal ini, anda mungkin harus rela mengorbankan waktu anda beberapa saat untuknya.

Kedua adalah senantiasa menunjukkan perasaan kasih sayang yang tanpa pamrih. Anda bisa menunjukkan perasaan kasih sayang ini dengan cara-cara romantis yang tentunya dia sukai.

Hal ketiga adalah jangan egois. Buatlah dia selalu senang dan nyaman serta memberikan dia sesuatu yang terbaik. Pepatah mengatakan bahwa orang yang memberi akan mendapat lebih sebagai gantinya.

Point terakhir adalah tetap menjaga komunikasi dua arah. Dengan begitu, anda diharapkan senantiasa selalu tahu apa yang diinginkannya. Selain itu, berusahalah untuk senantiasa jujur. Jangan mengatakan atau melakukan sesuatu yang dirasa menurut anda baik hanya sebatas untuk memuaskan perasaan diri sendiri. (Djoko Subinarto/p2t)

Sayang, Katakan Dengan Jujur Dong...

Memang tidak enak rasanya bila pasangan yang sangat anda sayangi berlaku tidak jujur dan main belakang. Siapapun akan merasakan sakit hati atas ketidakjujuran pasangannya. Tapi jika kondisi seperti ini tidak segera ditangani maka akan berpotensi merusak hubungan kepercayaan yang sudah lama terjalin.

Untuk melupakan dan menganggap tidak pernah terjadi sesuatu pasti tidak mungkin. Bila anda merasa hubungan tersebut layak untuk dipertahankan maka ada baiknya anda lakukan beberapa langkah berikut ini setelah pengkhianatan yang dilakukannya. Simak langkah-langkah berikut ini.

Terima dan kontrol emosi. Anda mungkin merasa lepas kendali, dingin, sakit hati, marah dan ingin membalas dendam. Tindakan tersebut merupakan respon yang normal setelah mengetahui ketidakjujuran yang dilakukan oleh pasangan anda. Tapi akan lebih baik jika anda tidak bertindak berlebihan pada keadaan tersebut, cobalah anda intropeksi dan lakukan perenungan dalam hati.

Cari dukungan dari orang lain. Anda bisa pikirkan siapa yang akan anda pilih untuk diajak bicara karena affair ini sangat mudah menjadi sebuah rumor. Pilih seseorang yang dapat mendukung dan mendengar anda tanpa berargumen. Tapi jika orang tersebut tidak membantu anda secara emosi, lebih baik anda coba bicara dengan orang lain.

Jangan pernah menyalahkan diri anda sendiri. Yang melakukan kesalahan bukan anda, jadi jangan anda salahkan diri anda. Karena perselingkuhan biasanya dianggap sebagai gejala masalah dalam hubungan suatu pasangan. Penting bagi anda untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas affair pasangan anda. Bahkan jika pasangan anda merasa tidak senang maka affair adalah suatu pilihan untuk keluar dari hubungan meskipun ada alasan lain seperti emosi, seksual dan sosial yang tidak terkait dengan hubungan pasangan.

Cobalah anda pertimbangkan pilihan secara hati-hati. Jika anda belum siap memutuskan sebaiknya anda jangan terburu-buru dalam menetapkan putus atau jalan terus. Sisihkan waktu untuk mengkaji segala kemungkinan dan pilihan tersedia. Jika pada akhirnya kata 'pisah' adalah jawabannya maka pastikan hal itu anda buat dengan kepala dingin dan akal sehat. Semoga berhasil. p2t

(Sumber; berbagai sumber/hpk doc)

Read more.....

Rabu, 12 Desember 2007

Bermula dari Catatan Harian


Menulis itu mudah. Begitu kata Bang Arswendo. Nggak percaya? Cobalah mulai dari diari. Buat permulaan, diari bisa jadi tempat latihan paling murah dan tidak banyak menuntut. Materinya tentu terserah kita.

Pertama-tama, bisa mulai dari menuliskan perasaan kita tentang apa saja. Tidak perlu takut salah, yang penting bebaskan pikiran, menulislah sesuka hati. Seorang guru pembimbing penulisan, namanya William Forrester pernah bilang, “Menulislah - pada saat awal - dengan hati. Setelah itu, perbaiki tulisan dengan pikiran. Kunci pertama dalam menulis adalah bukan berpikir, melainkan mengungkapkan apa saja yang anda rasakan.”

Buku harian tentu jadi tempat yang cocok untuk menampung gagasan-gagasan hati ini. Banyak penulis yang memulai karir kepenulisannya lewat catatan harian. J.K.Rowling, penulis fiksi Harry Potter yang terkenal itu mulai corat-coret pertama dari diari. Muhamad Yamin, salah satu founding father kita yang menggagas teks Sumpah Pemuda, menjadi terkenal salah satunya adalah berkat latihan dan kesetiaan menulis diari.


Selain itu, sebagian kita mungkin juga pernah mendengar nama Soe Hok Gie. Beliau adalah salah satu tokoh kunci gerakan mahasiswa angkatan enampuluhan. Aktivis keturunan Cina tapi lebih Indonesia dari orang Indonesia ini menulis catatan harian sejak ia berumur 15 tahun, sewaktu masih duduk di SMP. Tradisi menulis catatan harian ini ia pelihara terus, bahkan hingga menjelang wafatnya. Banyak hal yang ia ungkapkan di situ. Mulai dari yang lucu (tentang teman-teman dan gurunya di sekolah), yang dramatis (tentang ketidakadilan, tentang aktivitas pergerakan di lapangan demonstrasi, dan pengucilan dirinya dari kawan-kawan sepergerakan) hingga hal-hal yang romantis.

Berkat latihan dan ketekunan menulis catatan harian, ia jadi mudah mengekspresikan gagasan-gagasan dan kegelisahannya waktu itu di gelanggang yang lebih luas. Tulisan-tulisannya juga menyebar ke media publik nasional. Bukan hanya aktivitas pergerakannya di lapangan demonstrasi, tulisan-tulisannya juga membikin ciut nyali banyak pihak, termasuk kawan-kawannya sendiri.

Setelah wafat, catatan-catatannya itu kemudian dikumpulkan dan dibukukan dengan judul “Catatan Seorang Demonstran”. Buku kumpulan catatan harian Hok Gie ini, konon jadi salah satu penanda penting tentang sejarah gerakan mahasiswa angkatan 66. Saat ini kabarnya Mira Lesmana sedang bersiap-siap meluncurkan film biografi Soe Hok Gie, judulnya “Gie”. Buku “Catatan Seorang Demonstran” inilah yang menjadi sumber rujukan utama Mira.

Jauh setelah generasi Hok Gie, kita mengenal Dyan Nuranindya, pengarang novel remaja “Dealove”. Seangkatan dengan Dyan, ada Laire Siwi yang mengarang novel “Nothing but Love” dan Maria Ardella, pengarang novel “Me Versus High Heels!”. Ketiganya mengaku mulai menulis dari diari. Hasilnya kita bisa lihat. Novel-novel mereka dibaca dan diburu, sebagian malah mengalami cetak ulang. Konon, dari royalti penerbitan buku-buku mereka, mengalir duit jutaan ke kocek masing-masing.

Jika di Indonesia kita mengenal Gie, Dyan, Laire, dan Maria, dari buku catatan harian kita juga bisa mengenal Anne Frank. Anne adalah salah satu generasi penulis perempuan Jerman yang terusir dari negerinya akibat kebijakan penghapusan ras Yahudi oleh Hitler. Catatan harian Anne Frank ini adalah kesaksian dramatis bagaimana ia melarikan diri dari kejaran Nazi, kekejaman Nazi, dan bagaimana ia mempertahankan catatan hariannya itu dari serdadu Nazi. Kisahnya juga sudah difilmkan dengan judul yang sama dengan nama penulisnya.

Lalu, kenapa catatan harian? Anais Nin, seorang penulis Prancis dan banyak menulis catatan harian, pernah berujar “orang yang kembali ke buku harian adalah orang yang mencari dirinya, penyusuran jalan menuju pengembangan dan kesadaran, jalan menuju kreativitas.”

Jalan menuju kreativitas dan penemuan diri. Dua hal itulah yang bisa kita peroleh ketika mulai menulis dan menekuni penulisan catatan harian. Dua hal itu pula yang kita perlukan untuk merintis jalan sebagai penulis. Terlebih saat ini, begitu banyak ruang yang terbuka bagi penulis-penulis muda.

Jadi, tunggu apa lagi? raihlah kesempatan!(hpk doc.)


(Sumber: Penulislepas.com/Denny Y. F. Nasution)


Read more.....

Minggu, 18 November 2007

Trik Menulis Feature

Apa itu feature? Sebenarnya kalo Anda membaca buku-buku tentang jurnalistik, belum ada rumusan tunggal tentang feature. Masing-masing ahli jurnalistik belum sepakat. Menurut penulis buku Jurnalistik Praktis, Asep Syamsul M Romli, ada beberapa ciri khas dari feature:

1. Tulisan yang mengandung unsur human interest. Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi—menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch—menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori soft news (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi.

2. Tulisan tersebut mengandung unsur sastra. Satu hal penting dalam sebuah feature adalah ia harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel—bacaan ringan dan menyenangkan—namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita.



Bagaimana trik atau cara menulis feature?

Sebetulnya hampir sama dengan teknik menulis artikel lainnya, hanya saja dalam menulis feature kita dituntut untuk lebih ‘menyentuh’ dan memberikan nuansa lain dari sekadar sebuah berita. Itu sebabnya, feature bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan untuk berita yang sudah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa, menyentuh perasaan dan mengharukan, menghidangkan informasi dengan menghibur, juga bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita.

Yang perlu mendapat perhatian dalam penulisan feature ini, adalah lead yang menarik. Nah, lead dalam feature inilah yang sepertinya penting, meski bukan pokok memang. Bahkan jangan lupa, selain lead, kita juga harus membuat tubuh dan endingnya dari tulisan tersebut. Sangat boleh jadi ‘ending’ sebuah feature sama pentingnya dengan lead. Jadi rasa-rasanya harus bisa menarik dan menggoda pembaca. Misalnya memberikan kesimpulan atau mungkin ada ‘celetukan’ atau sindiran yang menggoda pembaca. Di sinilah editor biasanya paling pusing untuk memotong tulisan jenis feature, nggak gampang lho. Sama sulitnya dengan ‘mengobrak-abrik’ naskah cerpen. Kenapa? Karena semua bagian dalam feature itu penting. Itu saja.

Nah, harus diakui bahwa yang terpenting dalam pembuatan tulisan berjenis feature ini adalah lead. Kekuatannya ada di sana. Lead ibarat pembuka jalan. Jadi upayakan benar-benar menarik dan mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus membaca. Sebab, gagal dalam menuliskan lead pembaca bisa ogah meneruskan membaca. Gagal berarti kehilangan daya pikat. Itu sebabnya, penulis feature harus pintar betul menggunakan kalimatnya. Bahasa rapi, terjaga, bagus dan kelihaian dalam cara memancing itu haruslah jitu. Memang sih, tak ada teori yang baku tentang menulis lead sebuah feature. Semuanya berdasarkan pengalaman dan juga perkembangan.


Mencari Lead Menarik untuk Penulisan Feature

Lead, alias teras berita adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Lead yang menarik, sangat boleh jadi akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi berita atau artikel yang kita buat. Kalo lead-nya kurang menarik, pembaca akan mengucapkan “wassalam” saja. Mereka merasa cukup membaca sebatas judul, atau satu kalimat atau alinea di depan yang tak menarik itu. Jadi, perlu mendapat perhatian juga supaya tulisan yang kita buat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan bacaannya. Yup, boleh dibilang selain judul, lead adalah jajanan yang ‘wajib’ memikat hati pembaca. Itu sebabnya, lead menjadi begitu penting, meski tidak pokok tentunya.
Dibanding berita lurus, tulisan jenis feature konon kabarnya paling banyak disukai wartawan untuk menulisnya. Untuk membuat lead bagi jenis tulisan feature, ada beberapa contoh lead yang biasa digunakan banyak wartawan (saya sarikan dari berbagai sumber. Ini juga pernah dimuat di buku saya: Menjadi Penulis Hebat, Idea Pustaka, 2003):

Lead Ringkasan:
Lead ini hampir mirip dengan berita biasa, bedanya, yang ditulis adalah inti ceritanya. Banyak penulis feature menulis lead gaya ini karena gampang. Misal: Usia tua bukan halangan bagi Bu Maryam untuk tetap bertahan jualan gado-gado di kantin sekolah kita. Ia, dengan semangat tinggi bertekad menghidupi anaknya agar bisa sekolah seperti yang lain. Dan seterusnya…. Pembaca sudah bisa menebak, yang mau ditulis adalah penjual makanan bernama Bu Maryam yang sudah tua.

Lead Bercerita:
Lead ini menciptakan suatu suasana dan membenamkan pembaca seperti ikut jadi tokohnya. Misal: Anak berseragam putih-abu itu menenteng balok kayu. Sorot matanya tajam bagai elang mengincar mangsanya. Sejurus kemudian ia memberi komando untuk menyerang lawannya dari sekolah lain. Tawuran pun tak bisa dihindari lagi. Warga sekitar kejadian, yang kebanyakan ibu-ibu ketakutan menyaksikan drama itu… Pembaca masih bertanya apa yang terjadi. Padahal feature itu bercerita tentang maraknya tawuran pelajar yang selama ini selalu bikin resah. Ini akan mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus membaca tulisan tersebut.

Lead Deskriptif:
Lead ini menceritakan gambaran kepada pembaca tentang suatu tokoh atau suatu kejadian. Penulis yang hendak menulis profil seseorang, biasanya seneng banget bikin lead kayak begini. Misal: Sesekali wanita tua itu mengelap keringatnya yang mengucur dengan ujung kebayanya, ia terus mengulek bumbu pecel. Sementara anak-anak sekolah sibuk berebutan membeli gorengan di kantin sekolah itu. Meski banyak anak yang suka curang dengan tidak membayar dagangannya, Bu Maryam tak pernah ambil pusing, “Mungkin dia tidak punya uang”, katanya suatu saat….. dst….Pembaca mudah terhanyut oleh lead begini, apalagi penulisnya ingin membuat kisah Bu Maryam yang bak pelangi.

Lead Pertanyaan:
Lead ini menantang rasa ingin tahu pembaca, asal dipergunakan dengan tepat dan pertanyaannya wajar saja. Lead begini sebaiknya satu alinea dan satu kalimat, dan kalimat berikutnya sudah alinea baru. Misal: Untuk apa mereka berjihad ke Irak? Memang ada yang sinis dengan dibukanya pendaftaran relawan untuk berjihad ke Irak, menyusul invasi AS dan sekutunya ke negeri seribu satu malam itu 20 Maret lalu. Bahkan pemerintah pun menanggapi dingin rencana tersebut bahkan ada yang pejabat yang mengatakan “konyol” terhadap rencana tersebut…dst….Pembaca kemudian disuguhi feature tentang rencana relawan yang akan berjihad ke Irak.

Lead Nyentrik:
Lead ini nyentrik, ekstrim, bisa berbentuk puisi atau sepotong kata-kata pendek. Hanya baik jika seluruh cerita bergaya lincah dan hidup cara penyajiannya. Misal:
Hancurkan Amerika!
Tangkap Bush!
Bush Teroris!
Tegakkan Khilafah
Hancurkan demokrasi!
Teriakan itu bersahut-sahutan dari ribuan pendemo di depan Kedubes AS dalam unjuk rasa menentang invasi AS dan sekutunya ke Irak …. dst…. Pembaca akan disuguhi feature tentang tuntutan para pengunjuk rasa tersebut.

Lead Menuding:
Lead ini berusaha berkomunikasi langsung dengan pembaca dan ciri-cirinya adalah ada kata “Anda” atau “Saudara” (bisa juga Kamu). Pembaca sengaja dibawa untuk menjadi bagian cerita, walau pembaca itu tidak terlibat pada persoalan. Misal: Kamu jangan bangga dulu punya HP oke. Meski kemana-mana nenteng ponsel yang fiturnya seabrek, boleh jadi kamu buta tentang teknologi telgam ini dst….

Lead Kutipan:
Lead ini bisa menarik jika kutipannya harus memusatkan diri pada inti cerita berikutnya. Dan tidak klise. Misal: “Saya akan terus berjuang sampai titik darah yang penghabisan. Lebih baik mati daripada menanggung derita karena dijajah Israel,” kata seorang pemuda Palestina dengan lantangnya saat membakar bendera Israel di Tepi Barat dalam sebuah demonstrasi yang digelar ratusan pejuang Palestina itu… dan seterusnya. Pembaca kemudian digiring pada kisah perjuangan rakyat Palestina.

Lead Gabungan:
Ini adalah gabungan dari beberapa jenis lead tadi. Misal: “Saya tak pernah merasa gentar menghadapi serbuan AS dan sekutunya” kata Saddam Husein dalam pidato yang berapi-api itu. Ia tetap tersenyum cerah dan melambai-lambaikan tangannya di hadapan ribuan rakyat Irak di sela-sela pidatonya itu…. Ini gabungan lead kutipan dan deskriptif. Dan lead apa pun bisa digabung-gabungkan.

(Sumber : PenulisLepas.com/Konsultasi Penulisan /O. Solihin/hpk doc/Nov/07)


Read more.....

Minggu, 11 November 2007

Tips dan Trik Membuat Esai

Kriteria khusus dalam pembuatan esai sebenarnya mengikuti dari definisi esai itu sendiri, yakni karangan prosa (bukan menggunakan kaidah puisi) yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Itu sebabnya, menggunakan kata ganti seperti “saya”, “kamu”, “ia” menurut saya boleh-boleh saja. Itu sebabnya, format penulisan esai pun lebih menekankan kepada gaya bertutur yang sifatnya cenderung tidak analitis, acak, ringan, melompat-lompat, bahkan kadang provokatif. Tapi intinya, sebuah tulisan esai adalah sebuah tulisan yang menggambarkan opini si penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya.

Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian:

Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis. Itu secara sederhananya.


Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:

1. Menentukan tema atau topic
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.

Catatan sederhana:

1. Untuk memilih tema atau topik, usahakan yang bisa kita kuasai dan sifatnya lebih “sempit”. Jangan yang masih umum. Jika kita menentukan tema tentang Jakarta. Itu terlalu umum dan sangat luas. Tapi coba tentukan tema tentang, “Ondel-ondel Betawi”. Saya pikir ini akan lebih fokus dan kita bisa menguasainya dengan lebih mudah karena bahannya juga spesifik dan pembaca pun akan terjerat oleh informasi awal bahwa ia hanya akan mendapati pembahasan tentang Ondel-ondel ketika membaca tentang salah satu sisi kehidupan Jakarta yang kita tulis. Selain itu kita harus menentukan tujuan diambilnya tema tersebut dan juga minat kita menulis hal itu. Kemudian buat evaluasi tema, apakah bisa memberikan manfaat lebih bagi pembaca atau sekadar informasi sepintas lalu dari sudut pandang si penulis saja. Jadi, mengukur potensial dari tema tersebut. Menjual dan sangat dibutuhkan pembaca atau sekadar informasi “sekilas” yang bisa begitu saja dilupakan dan tak membekas bagi pembaca.

2. Ketika menulis outline, pastikan kita memulainya dengan memaparkan fakta yang ada, kemudian mengkritisi atau menilai fakta tersebut. Bila perlu membandingkan dengan fakta lainnya, dan terakhir adalah memberikan kesimpulan dan arahan bagi pembaca. Pastikan kesimpulan yang kita tulis tidak bias. Tapi harus tegas dan didukung dengan argumentasi yang kuat dan bila perlu tak terbantahkan.

3. Tak kalah penting adalah memberikan finishing touch atau sentuhan akhir. Misalnya harus diperhatikan alur tulisan, gaya bahasa yang dituilis, pastikan juga dicek ulang tentang penggunaan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), akurasi data, sumber kutipan, memperkuat persepsi yang masih lemah dsb. Ini penting agar sebelum dilempar ke pembaca, tulisan kita benar-benar sudah “lolos sensor” atau bahkan tanpa sensor karena kita membuatnya dengan teliti dan kebenaran ide yang kita tawarkan bisa dipertanggungjawabkan sesuai apsek tema yang kita tulis.

Jjika Anda adalah penulis pemula, sebaiknya kesampingkan dulu sementara tentang banyaknya aturan tentang teori menulis seperti ini. Sebaiknya lancarkan saja menulis Anda dengan cara menulis apa saja yang ingin Anda tulis. Misalnya dengan menggunakan teori menulis SPOK alias Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan, kemudian pahami dari pelajaran Bahasa Indonesia. Selanjutnya kembangkan menjadi urutan kalimat dan paragraf.

Semakin sering menulis, insya Allah anda akan kian lihai. Mengenai banyaknya teori tentang menulis yang anda kuasai, bisa berkembang setelah anda terbiasa menulis dan sudah mulai lancar menuangkan gagasan melalui tulisan. Semoga ulasan ini memberikan inspirasi untuk menulis.

Tapi... jika Anda termasuk penulis yang sudah cukup sering menulis karya, mungkin informasi ini bisa menjadi tambahan wawasan. Semoga...
Oke deh, selamat menulis dan jangan berhenti menulis untuk menghasilkan karya yang tak sekadar baik saja. Tapi karya yang terbaik. Semangat! Wallahu’alam.

(Sumber : PenulisLepas.com/Diskusi Online/hpk doc.)


Read more.....

Rabu, 07 November 2007

Kiat Menggali dan Mengembangkan Ide Tulisan

Ide tulisan itu sebenarnya ada di mana-mana. Ia bisa datang sendiri tanpa pernah kita undang, atau kita secara aktif mencarinya. Kita juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk merangsang datangnya ide. Nah, kalau kita kehabisan ide sebenarnya bisa kita cari.

Misalnya begini : coba kita amati salah satu benda di dekat kita, misalnya sebuah foto. Coba ingat, di mana dulu foto itu diambil, dalam moment apa, kejadian apa yang terjadi ketika itu dst. Dengan cara ini, insya Allah ide demi ide akan muncul di kepala kita dan itu adalah modal yang bagus untuk mulai menulis.

Sebenarnya ide merupakan sesuatu yang mudah untuk didapatkan. Tapi masalah yang dihadapi oleh sebagian besar penulis adalah…. bagaimana menuangkan ide itu menjadi sebuah tulisan.

Ketika seorang penulis bingung bagaimana cara menuangkan ide menjadi tulisan, biasanya itu disebabkan di dalam pikirannya penuh dengan beban yang seharusnya tidak ada. Misalnya: dia khawatir kalau tulisan itu nantinya tidak menarik, tidak sesuai EYD, atau dia dibayang-bayangi oleh gaya penulisan dari penulis idolanya dan seterusnya.


Masalah-masalah seperti ini menghantui pikiran si penulis sehingga ia merasa berat ketika menuangkan idenya itu.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, sebenarnya si penulis tak perlu memikirkan hal itu. Cobalah menulis dengan sistem bebas. Mulailah menulis sekehendak anda, lupakan semua beban pikiran yang menghantui tersebut. Pokoknya kosongkan pikiran anda dari segala jenis beban apa saja yang muncul di kepala anda. Silahkan langsung menulis.
Dan pada tahap awal ini, upayakan agar anda tidak mengedit tulisan tersebut. Biarkan saja jika bahasanya amburadul, banyak kalimat yang bertele-tele, banyak yang salah ketik, dst. Kalau anda mulai mengoreksi tulisan anda, maka itu adalah awal dari kemacetan berikutnya.

Pada tahap awal penulisan ini, yang paling penting adalah: anda sudah menuangkan semua ide yang ada di kepala anda menjadi tulisan, itu saja. Setelah selesai menulis… barulah baca lagi dari awal. Kalau ada yang berantakan, salah ketik, dst… itulah saat yang tepat untuk merevisi.

Masalah berikutnya seputar ide tulisan adalah: ide yang sudah keduluan orang lain. Maksudnya: kita punya ide ingin menulis tema A misalnya, tapi eh.. sudah ada orang lain yang nulis masalah tsb. Banyak penulis yang langsung menyerah ketika menghadapi masalah seperti ini. Mereka pikir, “Ide saya kan udah diwakili oleh penulis lain. jadi saya bebas deh.”

Padahal sebenarnya itu tidak perlu. Silahkan tulis saja ide tsb. Setiap orang itu pasti unik walau idenya sama. Maka kemungkinan besar ia akan menjadi tulisan yang berbeda, jika ditulis oleh orang yang berbeda. Kembangkan ide yang sama dengan teknik baru, sudut pandang yang berbeda, gaya bahasa yang unik, dst. Tak ada ide yang benar-benar orisinal! Apapun ide yang muncul di kepala kita, pasti ada unsur pengaruh dari ide-ide yang sudah ada. Jadi, jangan takut kalo ide kita sama dengan ide orang lain.

Berikutnya…. ide yang klise. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya banyak sekali tulisan yang temanya sangat klise. Misalnya soal kasih sayang ibu pada anaknya, masalah pemerintah yang tak pernah memperhatikan rakyat, masalah cinta segitiga, masalah selingkuh dan masih banyak lagi.

Masalah-masalah seperti ini tentu sudah sering dibahas. Tapi bukan berarti kita sudah tak boleh menulis tema seperti itu. Ide yang paling basi sekalipun akan bisa menjadi tulisan yang menarik jika kita mengemasnya dengan sudut pandang yang baru, dengan gaya yang berbeda, dst. Intinya: tergantung kreativitas kita. (hpk/doc.)

(Tulisan di atas disarikan dari hasil diskusi penulisan online - via Yahoo! Messenger, tanggal 24 November 2006 lalu, diadakan oleh PenulisLepas.com. yang di asuh oleh Bpk. Jonru)


Read more.....

Kamis, 01 November 2007

Tips Membuat Karya Tulis "Ketika Keran Kata-kata Sulit Terbuka"

Salah satu kendala yang sering dirasa oleh penulis pemula adalah bagaimana mengawali sebuah tulisan. Meski di dalam kepala gelombang kata-kata itu seolah takkan terhela, namun untuk sebaris saja mengungkapkannya terasa seolah mengangkat bumi seisinya. Menghadapi kendala semacam itu, ada beberapa yang memilih mundur saja, dalam artian menyerah pada kemandegannya, namun ada yang ngotot hingga akhirnya berhasil merangkai kata-kata.

Berikut beberapa tips yang mungkin dapat membantu menyiasati si lead (pembuka tulisan) yang sulit untuk kita keluarkan.

1. Meski banyak ide di kepala, sebaiknya kita break-down dulu topic-topik atau ide tersebut satu persatu.
Misal: tadi aku melihat pencopet digebuki masa sampai bonyok, tadi temanku ketahuan saat menyontek, atau reshuffle kabinet yang terkesan basa-basi politis saja bikin banyak pihak kecewa.

2. Dari satu kalimat sederhana itu, kita kembangkan menjadi rentetannya. Caranya? Pakai rumus dasar jurnalisme, 5W+1H. What (apa), Who (siapa), Why (mengapa), When (kapan), Where (di mana), dan How (bagaimana).
Misal: pencopet digebuki masa di pasar Senen, tadi siang jam 2, karena tertangkap basah melakukan aksinya, sampai berdarah-darah sekujur tubuhnya.


3. Biarkan kata-kata itu masih tak sesuai dengan kaidah yang baik. Bebaskan gelombang kata-kata di kepala itu mengalir keluar semua dan meledak dalam bentuk tulisan. Tugas pengeditan baru kita lakukan setelah semuanya selesai. Kita lihat apakah diksi (pemilihan katanya) sudah tepat, apakah ada kalimat yang rancu atau tidak, dsb.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana jika kita justru merasa tak mampu atau bahkan tak merasa punya ide namun ingin menulis?

Berikut ini tips yang mungkin bisa diterapkan:

1. Kondisikan diri, konfrontasi dengan alat tulis/komputer.
Dalam acara Inaugurasi FLP DKI agkatan 9 di TMII April lalu, mbak Tary yang produktif dengan cerita bernuansa misterinya (tapi bukan klenik lho) mendapat pertanyaan sama dari salah satu peserta. Jawab beliau, “Menurut Stephen King, jika kita sudah menetapkan diri ingin menulis, maka apapun yang terjadi, tetaplah duduk di depan komputer setidaknya selama 6 jam.”

Begitu kira-kira ikhtisar jawaban si Mbak asli Trenggalek ini. Nah, sudahkah kita melakukan hal tersebut? Yah, kalau tidak ada waktu 6 jam ya setidaknya 3 atau satu jam lah. Ini standar minimal. Kalau tak punya komputer, hadapi saja lembar kertas kosong dengan memegang alat tulis. Tapi awas, jangan  sampai ketiduran lho!

2. Akui ketidakmampuan itu, dan berdamailah dengannya. Niscaya dia akan menemukan jalannya sendiri. Jika kondisi di atas menghampiri saya, biasanya saya sengaja berkonfrontasi dengan komputer, lalu mulai mengetik: Aku sedang tak bisa menulis padahal ingin sekali menulis. Sebabnya, tadi aku bla bla bla...

Cara curhat tersebut efektif membawa ke suasana berbeda. Yang pada akhirnya menuntun saya ke salah satu topik yang hendak saya angkat.

3. Genggam kembali motivasi diri.
Saat kita memilih melakukan sesuatu, pasti ada faktor-faktor yang melandasi. Nah, itulah motivasi yang bisa berasal dari luar (misal ingin membahagiakan orang tua seperti alasan mbak Asma Nadia), atau faktor dari dalam semisal ingin menunjukkan eksistensi diri, dsb.

Dengan menggenggam kembali motivasi diri tersebut, niscaya kita akan ‘tersengat’ dan teringat jalan yang hendak kita tapaki tadi.

4. Rengkuh motivator dari luar.
Salah satu pentingnya bergabung dalam sebuah komunitas adalah saling mendukung menguatkan. Dari beberapa komunitas penulisan yang saya ikuti, ada satu dua orang yang sanggup membuat saya terbangkitkan. Mengingat perjuangannya menulis dalam segala kesempitan, saya tersindir mengapa memilih menyiakan kemudahan yang ada. Sedangkan dia saja pantang menyerah. Maka, biasanya saya sms dia. Bilang lagi bete nulis dsb. Tak lama, tak perlu petuahnya, hanya speak speak Bombay alias basa-basi cerita kegiatan hari ini, saya biasanya jadi terbangkitkan lagi. Apalagi jika saat ngobrol tersebut ada topik yang bisa saya angkat. Sekali merengkuh hape, dua tiga pertolongan saya dapatkan.

5.Selain mengondisikan diri dengan berkonfrontasi dengan alat tulis, kondisikan juga suasana.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengondisikan suasana ini. Bisa menyepi ke tepi situ, bisa mengurung diri di kamar, atau cukup memutar musik kesayangan. Saya sendiri, biasanya jika ingin menulis fiksi suka memutar Nicky Astria. Terbukti jalinan nadanya mampu membantu memeras imajinasi dari kepala saya. Tapi jika ingin menulis artikel, pilihan lagunya lain lagi.

6.Berdoa.
Hanya Dia yang menggerakkan jemari kita. Hanya Dia yang menjalin syaraf-syaraf di kepala kita. Hanya Dia. Mohon pertolongan-Nya. Niscaya Dia akan memudahkan jalan kita. Amin.

(Sumber:http://www.penulislepas.com/Indarpati/HPK doc.)


Read more.....

Sign by Dealighted

Sign by Dealighted